King:kepada Munawir Shakir

Ketika orang-orang melipir dariku seolah-olah
aku hujan sakit yang mengirimkan jutaan panah racun
ke atap rumah mereka sehingga mereka takut
pada kemungkinan aku membunuh
tidak engkau, Shakir

Dua mata air yang mengalir di kiri dan kanan
amsal takdirku dan fitrahmu
di satu muara hijau kita bertemu
airnya mengilau serupa manik di bawah lampu-lampu

Bagaimana orang-orang melempar sampah di sungai kiri
dan mengalirkan bunga-bunga di sungai kanan
lalu mereka membangun sebuah bantaran sebagai upaya pemisahan
mereka tanam harapan masing-masing sehingga tumbuh
menjadi pohon yang lebat daunnya

Daun-daun tua yang jatuh mengotori sungai kiri itu
o, Shakir lihatlah bagaimana mereka memperlakukanku
orang-orang membawa tanah atau dipaksa membawa kayu-kayu
dicampakkan ke sungai kiri. Mereka membasuh tangan kotor itu di sungaimu

Bagaimana mungkin kau tidak takut dicemarkan oleh alirku
sehingga setiap bersua di muara kau berbisik padaku
“tidak ada yang benar-benar mengenalmu selain aku!”
lihatlah di perjalanan setiap meresahkan sesuatu
dan kamu mengalir lagi selalu saja mengajakku
“tidak ada yang bisa menghentikanmu, tidak ada yang seperti kamu!”

Kita memang tidak lagi pernah bertanya tentang apa-apa
tentang musim yang berkhianat atau dusta hujan
sebab nun di bawah bantaran yang telah diciptakan
oleh orang-orang yang menyebarkan keburukan kerap kali kita bertemu
bersepakat mempersiapkan amuk dan balas dendam

(NSA, Pari 85, 22 September 2014)

Cek sound–>  https://soundcloud.com/apache13/rubaiyat-dua-sungai-nazar-shah-alam