Molly

:Kepada Molly

sambil mengutip usia yang jatuh
dari halaman rambutmu, Molly
aku membacakan gazal pertemuan yang panjang
dan kau mengulang ucap tanpa peduli pada titik
yang selalu berharap agar kita hentikan bacaan

titik lain yang kujumpai tak punya kuasa apa-apa
selain dari menciptakan lorong-lorong sunyi
seperti sebuah jalan panjang ditinggalkan hujan lebat
dan mendung masih pekat akan hujan lagi

hujan seperti doa, sadarkah engkau?
kita hanya bisa mengeja dan menaksir mendung
sembari memelihara harapan hingga matang
sematang keadaan dalam puisi-puisi yang kita bacakan

kamu tidak beranjak dari bangku taman
tempat kau nanti sehimpun kata-kata
agar bisa diubah menjadi prosa

katamu, Molly, ingin sekali kau pelihara hujan
di kamarmu agar selalu bisa kau temukan kata
sebelum usia hijrah dari detik ke masa tak terhingga.[]

NSA, 16 September 2014