PengkoSelamat pagi, kasih sunyi
Aku menemukan tumbuh benih fajar di wajahmu
yang membuat aku luput memahami bahwa itu
adalah awaldari sebuah benam
yang membuat aku luput memahami tentang kedatangan
yang selalu kuanggap ilham
dan tentang kepergian yang selalu kuanggap nestapa yang tak diinginkan
Aku ini, cintaku ibarat penanti dan pencari yang ladat dan lupa diri

Seperti pernah engkau dan aku dilenakan cakrawala pagi hari
sampai-sampai kita lupa bahwa jatuh cinta adalah luka paling nyeri
Kita menatap garis aurora beribu sampai lupa ada
yang kejam menusuk kalbu. Sesuatu yang ia kita sebut rindu.

Di lahirnya kasih, kita adalah sebatang kara sepi
Mengerdil dan lamat-lamat dilenyapkan mati.
Musim mawar hati kita telah lama tak menyala, kekasih
seiring kita kuburkan kenangan berdampingan dengan harapan.
sebab keduanya telah sepakat bunuh diri. Sekalian.

Di sudut sipit senja September bayangmu berlari
begitu gaib bersama azan yang raib di mangsa runcing maghrib
Aku gagal menyimpan sehimpun pesan yang kau sampaikan, kekasih
sebab jejakmu telah dihapus gulita malam yang buru-buru
sedang aku: aku terlalu ladat menatap kamu

Aku terlalu percaya pada nyala matamu dan itu sudah terlanjur
kunikmati itu sehingga tiba-tiba lupa pada kenyataan
bahwa mimpi dan kematian adalah sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan
Sedang engkau,kekasihku, adalah kenangan
yang tak pernah tega aku makamkan

(NSA, Pari 85, 8 September 2014)

Dengarkan suaranya di sini–> https://soundcloud.com/apache13/sebuah-pesan-pagi-hari