Camera 360

Dia tidak pernah menduga suatu pagi penari-penari gila itu mencuri tidurnya

Ia dengarkan dengan seksama tabuh sawan anak-anak nakal dan di mulut

segerombolan bocah berbaju serdadu menular irama semacam ia kenal

Teberkatilah mata muda. Teberkatilah mata yang terjaga!

Ia memandang buih awan menangkup laut yang membawa pulang gelombang

bersama azan yang kian sayup dienyahkan syair-syair kenegaraan yang sesat

Terkutuklah hidup yang masih yang tiada guna. Teberkatilah mata yang terjaga!

Para penari buta pada pelan-pelan waktu menarik kelambu dan langit

Menyalakan bulan sedikit redup agar angin bisa bersenggama dengan daun

Dan menghasilkan anak-anak berupa gugur dan semak yang dikawinkan dengan

Sapu yang akan menuntaskan keberadaan mereka setelah pernikahan api dengan

Tangan seorang pemilik tanah yang ketagihan pada kebersihan halamannya

“Teberkatilah tidurmu,” ucap seorang tua sembari menabuh-nabuh gendang

Dia sudah lupa kapan terakhir ditemukan usia dan pora. Sebotol anggur masih

Menyisakan separuh isi. Dia tenggak beberapa kali. Lebih masam dan basa.

Dia lupa kapan terakhir anak-anak khusyuk mendoakan teman-temannya yang

Tertidur sekian lama dan betapa mudah mereka dianggap besar hanya dengan

Mengenang nama-nama orang lelap belaka

Teberkatilah hari-hari. Dan usia adalah satu-satunya yang bisa membimbing

pengelana ke tuju hendaknya. Dia telah sangat paham bahwa kematian

adalah sebaik-baik jalan menuju kemerdekaan

Teberkatilah mata muda. Teberkatilah mata yang terjaga!

Terkutuklah hidup yang masih yang tiada guna

NSA, Alue Naga, 17 Agustus 2014