Barangkgggggggali kamu memang harus hijrah ke Kasih
Di mana mata air tumbuh serimbun mimpi
mengalir ke sungai-sungai bening
mengular ke tepi sayap rumah mana saja hendak kau huni

kotamu telah paceklik dan gandum-gandum
telah pasrah pada kering, menyerah pada debu

Mestinya kamu tidak ketakutan hijrah ke Kasih
sebab hujan telah menjadi ilusi di kotamu
jatuhnya hanya terbaca pada metafora penyair-penyair kesepian
terlukis di kanvas-kanvas tukang gambar kelaparan

Berjalanlah malam hari: tanpa kata, sendiri
taklukkan Kasih, taklukkan Kasih

di kota yang akan kau tinggalkan
makhluk putus asa sedang berlomba menyulam kafan
mereka keluar malam hari: tanpa kata, saling sunyi
diam-diam mereka gali kuburan untuk raganya sendiri

KJ, 2 Januari 2013