Teater LOleh, Nazar Shah Alam

Rumahmu sebiji bulan buncit di langit
sekuning tampuk pinang
seriuh shalawat rumput lekas mendengar azan

Di meja kopi: rumahmu mencair
menjadi anggur dan kata-kata
menjelma puisi yang terus diumpati tanpa koma

Di kepulangan: rumahmu mengerucut
menjadi kenangan yang kuhisap
menjadi permata yang kusimpan penuh hikmat

Lhokseumawe, 17 Desember 2013