BwNazar Shah Alam

Aku mencintaimu seolah-olah baru pertama jatuh cinta
Sehingga ketika kutemukan seribu anak panah terbang dari sungai
dan kupikir ini adalah kematian yang kunanti
masih kuharap bisa bertemu engkau terakhir kali

Sungai selalu menyimpan seribu kemungkinan dalam alir tenang
anak panah yang disemburkannya dari entah menusuk mataku
aku sudah buta dan hanya bisa mengingat-ingat saja
hal-hal baru yang kutemui tanpa bisa mengenang lebih jauh lagi

Kamu gengam tanganku dan menghadapkanku pada sebuah pintu
di mana Tuhan sedang mempertimbangkan segala asa yang
kugantungkan padanya dengan seksama
di sanalah aku berdoa dan percaya pada Tuhan yang Maha Ada

Aku mencintaimu seperti seorang pendayung dengan kayuhan
menggengammu bermakna menggadaikan lelah pada kenyataan
Dan tentu saja aku harus membiarkan tujuan berdiri kaku
menantiku sembari berkacak pinggang tanpa kehendak menggapai

Rumah KJ, 10 November 2013