boatStormKarya Nazar Shah Alam

 

PERAHU

 

Bagaimana jika musim labuh beranjak

sedang surat kebaikanmu yang koyak

dan hendak kau kirim pada-Nya

tak sempat dibawa ke geladak?

 

Dan benar, perahu pun larung di ombak

nakhoda pencatat dosa memandang kita

lamat-lamat kita dengar ejekannya

“Tunggu setahun lagi jika masih ada usia”

 

Abdya, 28 Juli 2013

  

PERAHU II

-untuk Ulang Tahun May

 

Kepada perahu di tambat lekat

Kepada laut dilipur pekat. malam

di mana sajak terlalu sarat. diam

tanpa isyarat

 

Tiba masanya puisiku berdiri timpang

Tanpa kaki kanan. sendiri

dibalur sunyi rumah suram. sepi

di tegak karang

 

Kepada sajak malam hari

Kita mesti terjaga dari tidur yang diserapahi

 

Banda Aceh, 1 Agustus 2013

 

*dimuat di Serambi Indonesia, 4 Agustus 2013