534036_385125044908795_1934833777_nApakah masih perlu kita bersalam?

Perjalanan ini masih seperti kemarin, rasanya. Belum hilang bau rumput basah di penciuman kita juga derai tawa di RKU 3. Kita seolah masih bisa memegang kenangan yang bila nyata, terkasatlah ia serupa biji-biji saga; menyala. Seperti yang kukatakan padamu semalam ketika orang-orang telah melarung diri ke mimpi; kelak akan ada masa di mana kita tertawa lagi meski dalam wujud beda. Dan sudah.

Lah, ini yudisium kedua yang kudatangi secara sukarela dan senang hati. Selamat untuk pencapaian klise itu (semua makhluk yang telah dikutuk jadi mahasiswa dan terus berada dalam kutukan akan merasakan hal itu, Lah, jadi sudah tidak perlu dibanggakan). Pencapaian ini akan basi di meja kopi ketika besok kamu datang lagi. Maka, jadilah biasa saja. Tidak perlu terlalu pora.

Pada akhirnya, kukira perlu kamu ketahui. Aku tidak datang murni untukmu. Lima puluh persen disebabkan untuk Cut Salfi. Terimakasih sudah mempertemukan kami. Selamat? Sudahlah, ini terlalu klise.

Salam

Pengko