ProfesorOleh: Nazar Shah Alam 

Aktor

Profesor

Sulaiman Mahasiswa Skripsi

Dosen

Laila mahasiswa baru

Satpam

Panggung diisi dengan sebuah meja kantor, map-map dan sebuah vas bunga. Sebuah kursi, tentu saja. Sebuah bangku tunggu tergeletak begitu saja. Sekian detik panggung kosong. Beberapa lembar kertas berserakan.

Dosen masuk.

(Musik Orkes Derita Mahasiswa-MPd)

Dosen

(Dengan wajah sombong dan penampilan centil berdiri di dekat meja)

Ini ruang kok semak kali ya? Padahal kutinggal baru saja beberapa jam. Apa ini ulah angin? Tapi gak mungkin angin. Ini pasti ulah manusia yang tidak menyukaiku. Atau jangan-jangan si Sulaiman? Dasar. Mahasiswa itu memang kelewatan. Udah skripsinya gak pernah jelas, kuliah asal-asalan. Mahasiswa tua. Sebentar lagi mesti disepak dari kampus ini. Satpaaaammm.

Satpam

(Buru-Buru)

Iya, buk. Ada yang bisa saya bantu?

Dosen

Ini kerjaan siapa? Kenapa ruang saya berantakan gini?

Satpam

Mana saya tahu, buk. Kan saya tidak bekerja di dalam.

Dosen

Siapa ada masuk ke ruang ini tadi?

Satpam

Tidak ada, buk. Mungkin kucing.

Dosen

Sejak kapan di kampus ini ada kucing?

Satpam

Di sini kadang-kadang kambing juga masuk, buk.

Dosen

Tidak mungkin binatang-binatang itu masuk ke ruanganku.

Satpam

Boleh jadi. Kan kita tidak bisa menebak takdir Allah.

 

Dosen

Kalau memang benar, kenapa kamu tidak mengusir binatang-binatang itu?

Satpam

Tugas saya di luar, buk. Jadi apa yang terjadi di dalam sini bukan tugas saya.

Dosen

Sudah, kamu keluar.

(Musik Koboy Kampus-The Panas Dalam Band)

Sulaiman masuk, hampir bertubrukan dengan satpam.

Sulaiman

Assalamualaikum buk.

Dosen

Waalaikumsalam. Ada apa kamu, Man? Ini siapa yang serakin?

Sulaiman

Bukan saya buk. Memangnya kenapa, buk?

Dosen

Kenapa? Kamu memang kelewatan. Apa tujuanmu bikin berserak begini?

Sulaiman

Bukan saya, buk. Saya baru datang ke kampus.

Dosen

Baru datang ke kampus? Halloo, kamu sudah tujuh tahun di sini, Man.

Sulaiman

Iya, tapi hari ini saya baru datang.

Dosen

Baru datang? Ngapain aja kamu di luar?

Sulaiman

Kan kita udah janjian jam segini ketemuan, buk.

 

Dosen

Kapan?

Sulaiman

Semalam kan?

Dosen

Kamu cuma tanya apa kabar. Dibalas, nyatanya kamu gak balas lagi.

Sulaiman

Gak ada lagi pulsa, buk. Maklum, mahasiswa.

(MUSIK CITA-CITA-JOSHUA)

Profesor masuk

Dosen

Kamu tahu siapa dia, Man?

Sulaiman

Gak, buk. Nampaknya orang gila atau pengemis.

Dosen

Iya, mungkin.

Profesor

Dek, pesan kopi pancong ya.

Dosen

Pak, ini kampus, bukan warung kopi.

Profesor

Sekalian kue pancong.

Ada mie goreng, dek?

Sulaiman

Pak, ini kampus. Bukan warung kopi. Paham gak?

(MUSIK CIK-CIK BUM-BUM)

Laila masuk terbengak-bengak

Laila

Pak, numpang nanya, kampus USM di mana ya, pak? (Profesor diam saja) Pak, kampus USM di mana ya? Saya anak baru di sini.

Sulaiman

Dek, kalau bertanya lihat-lihat dulu orangnya. Bapak itu tuli.

Profesor

Kamu yang tuli. Sudah kupesan kopi tidak kau bawa. Kupesan kue dan mie kau tidak menyahut apa-apa. Bodoh kau.

Sulaiman

Tadi kan sudah kujawab, Pak. Ini bukan warung kopi, jadi pesanan bapak tidak tersedia di sini.

Profesor

Kenapa tidak bilang dari tadi?

Sulaiman

Dari tadi sudah dibilang.

Profesor

Jangan bisik-bisiklah. Berani? Coba ngomong.

Sulaiman

Ini saya ngomong, Bapaaaak.

Profesor

Ngomong apa kau?

Sulaiman

Aduh, ini orang bikin kesal aku aja. Bapak tahu siapa aku? Mahasiswa senior, hampir DO. Jangan macam-macam bapak. Rektor di sini juga takut padaku.

Profesor

Apa hebatnya? Baru semester dua sombong.

Sulaiman

Saya mahasiswa tua, pak. Mau DO. Paham DO gak?

Profesor

Bodoh kamu.

Laila

Maaf, abang, kampus USM di mana ya? Saya mahasiswa baru.

Profesor

Dek, kamu ini mahasiswa?

Laila

Iya, pak.

Profesor

Mahasiswa kok bodoh.

Laila

Maksud bapak?

Profesor

Kalau mau pesan kopi dan mie, jangan di kampus dong. Ini tempat belajar.

Sulaiman

Pak, dia tanya ini kampus USM di mana, bukan pesan kopi.

Profesor

Kamu bodoh. Dia tanya kampus kenapa kamu tawarin kopi? Caper kamu.

Sulaiman

Kapan saya bilang begitu?

Profesor

Alah, dasar dusta.

Dosen

Bapak siapa sebenarnya?

Profesor

Saya profesor. Perkenalkan, nama saya Enten

Dosen

Profesor? Bidang apa?

Profesor

Siapa bilang begitu? Bikin malu aku aja dia.

Dosen

Saya tanya bapak profesor di bidang apa?

Profesor

Seperti biasa, dek. Saya hanya manusia biasa.

Laila

Bapak, apa bapak pernah kuliah?

Profesor

Pernah. Sampai semester lima.

Laila

Di mana, pak?

Profesor

Gak di mana-mana, dek. Saya tidak pernah lulus tes.

Laila

Tadi bapak bilang pernah kuliah sampai semester lima.

Profesor

Lupakan saja.

Sulaiman

Bapak pernah sekolah?

Profesor

Untuk apa sekolah kalau pada akhirnya saya tidak bisa apa-apa, bodoh macam kamu.

Sulaiman

Pak, saya tidak semata-mata kuliah. Saya juga memperjuangkan hak rakyat.

Profesor

Pandai berarti kamu.

Sulaiman

Memang

Profesor

Ah, biasa aja. Aku lebih pandai.

Dosen

Bapak sekolah sampai SMA?

Profesor

Ya, tidak tamat.

Dosen

Jadi sampai kelas berapa?

Profesor

Gak pernah sampai SMA

Dosen

Jadi SMP?

Profesor

Iya, tapi perasaan gak juga.

Sulaiman

SD?

Profesor

Gak juga.

Laila

Bapak tidak sekolah?

Profesor

Ada. Hanya tamat S3.

Sulaiman

Tadi katanya tidak tamat SD, SMP, SMA, dan S1.

Profesor

Kalian tidak tanya apakah saya pernah tamat S3.

 

Dosen

Bapak profesor bidang apa?

Profesor

Siapa?

Dosen

Bapak.

Profesor

Kenapa dengan saya?

Dosen

Bapak profesor bidang apa?

Profesor

Kalian bidang apa?

Dosen

Saya keguruan.

Profesor

Guru kok tidak bisa memahami orang lain?

Laila

Buk saya mahasiswa baru.

Profesor

Kamu. Untuk apa kuliah kalau hanya datang kemari tanpa niat benar-benar mendapatkan ilmu? Saya bercermin dari pengalaman.

Laila

Maksud bapak?

Profesor

Dulu waktu saya kuliah sampai sekarang, mahasiswa kuliah rata-rata agar hilang di rumah. Merantau jauh-jauh, sampai di rantau tidak benar-benar menuntut ilmu. Mereka berbohong pada orang tuanya. Minta uang, bilang untuk jajan, nyatanya hanya untuk beli pulsa telpon pacar. Yang laki-laki, uang kiriman orang tua dihabiskan di meja makan dengan pacar. Minta uang beli buku, dikasih, sampai di sini dihabiskan untuk belanja baju. Sok kaya di depan banyak orang. Begitulah.

Dosen

Anda memang profesor yang hebat.

Profesor

Siapa?

 

Dosen

Anda, pak.

Profesor

Siapa bilang saya profesor?

Dosen

Tadi bapak yang bilang.

Profesor

Bodoh kalian. Saya permisi ya. Jangan lupa, pesan kopi pancong plus mie goreng.

PROFESOR KELUAR

AKTOR HERAN DAN MEMANGGIL PROFESOR.

*Naskah ini akan diperankan oleh Teater Ashi, FKIP PBSI Universitas Serambi Mekah (USM) Aceh dalam rangka peresmian Teater Ashi dan pertemuan mahasiswa baru FKIP PBSI USM.