Bunga

Oleh Nazar Shah Alam

:kepada 17 tahun Bunga Nabilah

Atas kesaksian hujan tanggal sembilan pada Juni gigil, telah kami rebut tujuh belas tempias yang alir lesu di kaca kamarku dan kami sembunyikan di panci. Akan kami tanak dan beri pada sebuah pagi malas. Kiranya bisa kau bawa pulang beberapa tempias yang mengeras menjadi sebentuk kue kenyal dan kau lihat beberapa saat. Itu bukti cinta. Ganti selamat.

Atas kesaksian almanak di kamar yang jarang kita kunjungi, telah kami curi angka sembilan pada bilangan kolom ke enam dengan rasa paling senang. Kami lipat seadanya. Sebab angka yang dicuri, kami percaya, tidak akan pernah bisa kembali ke almanak. Kami tertawa, membayangkan kamu melihat persembahan sederhana kami; semangkuk tempias hujan kenyal dan selipat tanggal.

Aduhai, terimalah hujan ini dan bawalah pulang. Jadikan teman untuk memijak bara dan melewatinya. Telah kami simpan amar di tanggal yang kami lipat. Kamu harus melintasi segalanya dan dapatkan apa yang kau ingin, juga-tentu saja-apa yang diinginkan para pecintamu. Sekarang mulailah menggenggam. Jika sudah tiba pada titik serupa lagi setahun nanti, lihatlah tanganmu. Di genggammu sudah adakah semua mimpi?

 

Rumah Jeuneurob, 9 Juni 2013