AlziyadSelamat tiba, Alziyad (atau Evra?) di musim nasib Yahwa sedang merasakan hidup demikian memesona serupa seorang pengembara yang mendapatkan mustika setelah lama sekali mengikuti cara ayahmu mengembara, dekil, dan miskin tanpa peduli pada kata orang lain sebab mengira diri sendirilah yang paham tentang diri sendiri sedang orang lain hanya bisa melihat dari jauh lalu dengan perasaan jijik yang disembunyikan rapi mereka akan berkata betapa lusuhnya kami dan diam-diam membicarakan tentang pilihan hidup yang telah kami tentukan tanpa sekali pun berani berujar di depan mata pisau kami tentang keburukan itu bersebab mereka tahu bahwa ayahmu dan yahwa adalah orang yang tidak biasa dan kerap mereka butuh.

Selamat hadir, Alziyad (bukan Evra) di peluk ibumu yang selalu protes rambut yahwa sehingga yahwa ramal kamu tidak akan pernah bisa merasakan hidup semerdeka ayah dan yahwamu kelak dan sebenarnya itu jauh lebih baik daripada kamu harus berhadapan dengan segenap caci orang yang tidak menyukai cara hidup semacam ini (sungguh mereka tidak tahu betapa keringnya hidup mereka dan birahinya hidup kami)  tapi kamu mesti patuh pada ibumu dan jika ayahmu benar ikutilah juga dia sehingga kamu dicintai dan cintai mereka berdua seperti yahwa mencintai orang-orang yang mencintai yahwa.

Selamat bersama, Alziyad (yang Alziyad) serupa jembatan bagi keutuhan cinta ibu dan ayah serupa dingin yang menyusup dan masyuk ke tubuh kami hingga kami kerap berpeluk dan terus menerus menikmati hadirmu ke riba tanpa lagi berpecah dalam keadaan apa pun kecuali yahwa yang tidak perlu kau tiru sebab keras kepala dan jangan pernah cari tahu kelak tentang persekutuan ayahmu dan Tuan Amor sehingga menghadirkan kepala serupa yahwa kecuali untuk beberapa hal yang memang wajib kamu (tentang persekutuan itu) agar kamu tidak mudah dikalahkan oleh siapa pun.

Warung, 5 Juni 2013