#pengkoNazar Shah Alam

 

Kemarin sore ketika pulang dari bertemu engkau, kekasihku, aku bertemu iblis

dia tidak seperti dalam cerita-cerita dan kepercayaan orang-orang lama, bahkan kita

matanya sendu dengan pandangan teduh

suaranya lembut dengan kata-kata teraut

maka dia kubawa pulang ke rumahku

 

semalam ketika makan tanpa engkau, kekasihku, dia bercerita tentangmu

aku tidak bertanya darimana dia tahu tentangmu begitu banyak

dia menunjukkan hatiku yang sekarang ada di telapak tangannya

seperti di roman pasaran, di hatiku di tangannya kulihat engkau

bukankah dia terlalu genit dengan sulapnya?

 

tadi pagi dia bangun sangat cepat dan beribadah seperti biasa

suaranya sengau, makin lama semakin menyerupai suara kucing

aku membuka jendela kamar dan mendapati dia dalam bentuk lain

perasaanku tiba-tiba meyakini wujud itu adalah cinta

cinta? bahkan aku tidak tahu wujud benarnya seperti apa

 

siang ini kudapati beberapa helai kain di atas meja ruang tamu

kain bersimpul yang asing—mungkin titipan iblis yang enyah tiba-tiba

aku melepaskan simpul kain yang kukata sangat asing

sial, sejuta sulur nada berhambur memekakkan telinga

nada yang pernah kudengar tempo waktu, rasanya

 

sore ini ketika kudapati diri sedang menikmati hujan

desing serupa siang tadi terdengar ulang

kali ini terdengar lebih lembut dan menggoda

kali ini ada suaramu juga

dan iblis kemarin sore yang kubawa pulang ke rumah datang lagi

kali ini dalam bentuk risau dan rindu

 

 

Pengkostadium, 13 Februari 2013