IMG_4x166Oleh Nazar Shah Alam

 

Chan, tentukan memilih anjing Ashabul Kahfi atau Tsa’labah?

Di tanganmu pisaunya

Bunuhlah anjing itu jika dia seekor celaka

Atau habisi Tsa’labah yang taat itu sebab kemunafikannya

Chan, tentukan memilih anjing Ashabul Kahfi atau Tsa’labah?

 

Chan, wajahmu berkitar-kitar

Di sini—kamar pengap, kepul asap

Melonjak girang tak alang lintang

Chan, wajahmu berkitar-kitar

 

Chan, tentukan menjadi bangsat yang jujur lebih baik

Atau jadi pendusta?

Menjadi pencuri yang santun lebih terhormat

Atau jadi pengumpat—dan pengecut, tentu saja

Di tanganmu pisaunya (lakukan seperti membunuh anjing atau Tsa’labah)

 

Chan, kita kerap berbicara sunyi-sunyi

Tanpa kata, ketup bibir

Tanpa isyarat, tanpa tabir

Cinta yang serak bahkan tiada bentuk apa-apa

—kita mencari padu padan istilah rasa dan pertalian

Nihil

 

Chan, cinta kita aku tak tahu namanya apa

Kau tahukah?

Alir di darah berkasih-kasih

Pinak rindu, berbagi perih

Chan, kita sepakat tidak memberinya nama, bukan?

 

Chan, matamu menarik binar dari mataku

Setelah tusuk ke sana dengan sendu

Kau pencuri yang cantik

Pencuri yang baik

Nikmatilah binar yang kau curi

 

Pengkostadium, 24 Desember 2012