Karya Nazar Shah Alam

Rasa-rasanya bagaimana lingkar garis di lehermu sudah kutebak, perempuan
Ceruk mungil sesekali dialir embun titik-titik
Kelak izinkan bibirku menyesap embun-embun itu

Sekarang tidak kudapatkan lagi hatiku dalam keadaan serupa musim semi
Tidak juga dalam gugur, dalam dingin, dalam panas, dalam hujan
Dalam segala sesuatu yang terus berubah-ubah
Aku tidak lagi mengetahui bagaimana musim itu sendiri
Tidak juga tahu apa yang menyebabkan aku tidak tahu

Cinta serupa naga dalam dongeng Tuan Tapa
Entah benar adanya dan kita bertanya
Mencari tahu di segala buku dan kita mendapatkan
Pengakuan-pengakuan yang samar

Cinta itu bagaimana atau sama sekali tidak adakah
Atau ia serupa malaikat atau jin atau angin atau dingin
Kita belum mendapatkannya sebab sudah jarang mencari atau
Tidak mencari sama sekali sebab merasa sia-sia mencari
Yang tak perlu dicari atau…

Yang kita pahami adalah pasangan yang baik itu ada
Berpasangan dengan yang baik dan membagi dengan baik rasa yang baik
Berbaik-baik menentukan sesuatu yang baik
Dan..

Kita sudah berhenti sebentar untuk mencari yang baik
Yang buruk pun demikian juga
Kita tidak mencari apa-apa kecuali aku saja
Sesekali aku mencoba mencuri hayal tentang ceruk lehermu, perempuan
Aku mencari titik embun yang bisa kusesap
Rasa-rasanya aku sudah mendapatkan jalan menjurus ke ceruk itu
Dan, ah, sudahlah

Rawasakti, 21 Oktober 2012