Oleh Nazar Shah Alam

Kau adalah matahari untukku yang bulan

kau adalah hujan untukku yang tanah gersang

kau adalah garam untukku yang lautan

sempurnalah kehidupan

 

Berjanjilah untuk tetap menjadi rumput yang tak keluh

atau jadi rimba yang teduh

aku adalah angin tak berbentuk dan seperti lelaki muda mengantuk

lunglai menjamahmu saban kala

(atau rimba?) aku akan menetap di sana sebab kampung sudah panas tak alang

 

Aku adalah malam abu-abu

sebuah kerisauan yang menyeluruh

dan bulan yang gebalau sebab rindu sedekah sinarmu, wahai

 

aku dikejar badai dan lari tunggang langgang

mendapatimu dan menyusup sampai di kaki

terimalah kepasrahanku; persembahan yang kelu

akan kusembunyikan diriku dalam rimbunmu

(kau rimba?) menyusup di celah semakmu, sembunyi di situ

 

Aku mencintaimu dengan rasa yang tak lazim

dan terus tak lazim seperti sediakala

sampai entah kala

aku membutuhkanmu sebagai pelengkap segalanya

sebab aku seorang tiada daya

 

Rawasakti, 17 September 2012