Kompas

Nazar Shah Alam

Begitu kita mencoba kembali mengenang

Rasanya baru saja beberapa jengkal tapak mengayun

Demikian rapat sebuah paragraf hikayat ular: beberapa kata saja

Kita kesulitan mencari amsal untuk tawa dan cerita purba

 

Malam ini kita terpisah dan dengan celaka seseorang memaksa kita memandang beberapa gambar usang

Serasa baru saja kemarin semua terjadi sedemikian rupa, bukan?

Benarkah mite yang beredar bahwa matahari sudah bosan dalam kebiasaan stagnan?

Kita seperti sedang memungut beberapa genggam pasir untuk dimasukkan pigura

Pasir lama yang kala itu biasa

Seperti itu kenangan: indah pada kemudian

 

Siang hari seekor gajah sedang menggigil dan kuyu sebab diasinkan laut

Dia menyendiri dan mungkin saja melengkungkan badannya di kandang sakral

Kita linglung mencari emas yang muntah dari leher seksi perempuan kurus kelewat ribut

Mungkinkah ia dibawa laut?

Mungkinkah ia dibenam pasir carut?

Sama sekali kita salah: emas itu tersangkut pada belalai gajah dengan mata setengah terkatup

 

Kita sekarang seperti perempuan tua hendak mengayam tikar

Persis sekali: memilih bilah pandan duri dengan teliti, merebusnya, menjemurnya, menjadikan ia tikar bersila

Kalau dirasa perlu, berikan warna pada beberapa helai agar rancak rupanya

Tengok kembali ke paragraf pembuka

Ada yang hilang di pigura?

 

Rawasakti: 26/7/2012