Cari

Pengkoisme

Aku Menulis Sebagai Tanda Pernah Ada!

SURAT MAHARINDU UNTUK AYAH

Cetak Bani Alam FIX.jpgAssalamualaikum, Ayah.

Apa kabar Ayah di surga?

Masih rindu sama Umi? Cieee

Sejatinya kami lebih rindu padamu melebihi rindumu pada kami atau pada Umi sekali pun. Ya, kami terlanjur tahu bahwa cinta Ayah ke Umi bahkan tidak bisa dipisahkan oleh kematian. Buktinya, setiap Umi sakit, Ayah datang ke mimpinya. Besoknya Umi sembuh. Jangan tanya saya tahu dari mana, Ayah. Continue reading “SURAT MAHARINDU UNTUK AYAH”

Kepada yang Menyepi

:Untuk Bunda Larasati Sahara972340_1159468544063797_2739175968938184481_n

 

Tuhan tidak menciptakan kata-kata buruk kecuali

kita yang suntuk sendiri telah mencari-cari perwakilan

tumpah buncah kekesalan. Seperti kabar tentang seorang

perempuan yang telah mengikatkan batu-batu di kakinya

dalam dendang ibu tua di suatu senjakala : ia meloncat ke alir

sungai ghairah. Tenggelam. Benam. Lalu, segala kembali ke diam yang diciptakan Continue reading “Kepada yang Menyepi”

Menghakimi Juri

Big Bos(Catatan Serapahan Tahun Ini)

Sesungguhnya, asal-asalan dan atau salah memilih juri untuk sebuah perlombaan adalah kejahatan besar. Juri yang asal-asalan dan atau salah memilih pemenang dalam sebuah perlombaan adalah kriminal. Dan juri yang baik serta benar adalah ia yang menentukan pemenang dengan dasar pengetahuan dan dasar memang layak menang, bukan sebab ikatan dan lain-lain macam.

(1)

Ketika masih kelas empat SD aku terpilih mewakili sekolah di Lomba Bidang Studi cabang Bahasa Indonesia tingkat gugus sekolah (sekarang bisa disebut: se-Aceh Barat Daya). Ada tiga babak yang harus kami tembus untuk menjadi juara: penyisihan, semi final, dan final. Aku lolos di babak penyisihan dengan peringkat yang tak buruk-buruk amat. Di babak semifinal, ketika juri harus memilih lima pemuncak untuk difinalkan, skor aku berkejar-kejaran dengan siswa perwakilan SDN 1 Blang Pidie. Empat orang sudah dipastikan lewat lebih cepat. Tersisa kami berdua. Pertanyaan selanjutnya hanya untuk kami berdua. Itu benar-benar dramatik. Continue reading “Menghakimi Juri”

KESUMA

Percayalah, segala-gala tentang kekacauan ini berpangkal kepada satu nama saja: Asnidar Tari, bungsu dari keturunan Haji Musa.

(Sumber: Khatamudin Khatam)

Ia kemas beberapa potong pakaian ke dalam tas punggung hitam setelah puas menangis semalaman. Seminggu silam ia telah bertemu langsung dengan pemuda berwajah bayi dari Jakarta yang konon berjanji akan membuat ia perkasa. Sebelumnya ia tidak penuh percaya pada kabar yang disampaikan Kasman, teman masa kecilnya. Dia paham betul tabiat temannya itu. Lelaki Continue reading “KESUMA”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | Tema Baskerville.

Atas ↑

Journey si-BaL

Go to get!

Pelangi Laut

Since November 2013, this not a personal (only) blog. But whoever who keen to share their perspective on ocean or other information about our ocean can put the guts here.

Amek Barli

Hilangkan mundur, tumbuhkan maju.

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Wak Lah

Memburu Janda Melupakan Skripsi Bab Pertama

Ernayati Zaifah

Bahwa diri pun adalah puisi

Puisi-puisi Koran Tempo

- dibuat bagi para pecinta puisi -

Rintik Hujan

Untuk Siapa Saja Yang Mencintai Ilmu

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Ferdian A. Majni

Mengeksplorasi, Menulis dan Berbagi

Muslim El Yamany

Menulis untuk Inspirasi. Berkarya Tiada Henti

Suka Tulis

Travel. Culinary. Writing.

Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 742 pengikut lainnya