Sekaum Semut

Sekaum semut menu20141007_152051~2rut cerita Neknongku memang suka bermain-main di tepi alir air. Barangkali sebab mereka kerap mencuri remah roti yang jatuh dari tanganmu, sehingga mungkin jika anak-anak mereka mungkin tersedak dengan mudah mereka dapatkan pemudah lulus makanan itu.

Ketika sudah dewasa, kau mandi setiap hari dengan menyalakan keran air demi memenuhi bak. Air yang penuh tumpah ruah dari bibir-bibir tampungan lonjong berkotak, jatuh dengan gebu ke lantai tua keramik biru, mengalir menyusur kehendak takdir: semakin merendah, semakin tabah. Kau angkat gayung sembari masyuk bersenandung. Kidung sukacita atau lagu-lagu dangdut aneh yang akhir-akhir ini tak bisa ditolak hinggap di telinga: aku mah apa atuuhh…bla bla bla dan semacamnya. Baca lebih lanjut

Zu IX

Big BosAku hanya menyampaikan ini padamu, Zu. Tak perlu kau adili.

Malam itu, tepat pukul nol. Dibakarnya setengah batang lilin sisa mati lampu. Dengan suara tipis ia nyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk kekasihnya yang jauh. Dia sedang pengecut dan bodoh. Bagaimana mungkin hanya untuk sebuah perayaan kecil saja tak mampu ia pikir. Lelaki terburuk adalah yang tidak paham tatacara memberikan kesan pada saat-saat vital. Lelakimu seperti itu. Basti. Bastimu, Zu. Dia benar-benar harus segera disadarkan dari kebodohannya membuat sebuah Baca lebih lanjut

Zu VIII

481209_156442537853256_1181789195_nSurat untuk Zu dari Amily

Benam matahari yang kau temukan sore tadi, Zu, ketahuilah bermakna luka. Cahaya senja yang kesumba menyala adalah isyarat akan menemui ajal salah satu orang bernama, kata orang tua. Begitulah. Sore tadi, keputusan atas nasib Basti, kekasihmu, sudah titik.

Basti sudah ditangkap oleh komplotan Tu Sem, aku yang Baca lebih lanjut

Sembuh dari Gila

10409626_687105308037447_6819970628352958718_n (1)Bagaimana jika semuanya kita bolak-balik sesuka hati? Misal baik adalah buruk, buruk adalah samar-samar, terang adalah hitam, dan gelap adalah cahaya, kita tukar semuanya. Cobalah. Saya akan berbicara tentang hal yang sangat perlu. Tentang kebencian. Mulailah mencoba, bagaimana kalau saya adalah kamu atau kamu adalah seseorang yang sama sekali kita tidak kenal atau bagaimana sebaiknya menurutmu? Ini saya tulis untukmu. Mulailah ajak kepala kita bekerja Baca lebih lanjut

Mati Lampu dan Doa Masa Lalu

20141007_152400Mati lampu ketika kami kecil adalah keadaan yang sangat disyukuri. Teungku akan meniadakan pengajian Alquran, diganti dengan belajar doa sembahyang dan atau surah hukum-hukum agama oleh abang atau kakak angkatan. Tidak dalam keadaan membaca Alquran kamu boleh duduk suka-suka, boleh bercanda bisik-bisik. Kamu boleh menjahili teman serta tentu saja tidak akan begitu takut kalau-kalau Baca lebih lanjut

Jamaluth

BaraKarya Nazar Shah Alam

MALAM itu, delapan tahun silam, kita pulang dari balai mengaji dengan ketakutan dan buru-buru. Kau mendekap rapat tas plastik yang di dalamnya berisi kitab-kitab. Memang semestinya kitab harus selalu dibawa dengan cara didekap rapat ke dada, kata Teungku, sebagai upaya menghargai ilmu. Baca lebih lanjut