Cari

Pengkoisme

Aku Menulis Sebagai Tanda Pernah Ada!

Perkara Baju Baru

18191761_836060296558140_1993751006_nOleh Nazar Shah Alam

Syahdan, sudah jadi macam tabiat bagi kami, anak-anak kampung ini, membeli baju pada saat-saat tertentu saja. Tidak kapan mau, tidak kapan suka. Pasalnya, di kampung, pakaian baru (secara umum disebut: baju baru) tidak begitu berguna. Toh, sehari-hari kau hanya akan mengenakan seragam sekolah dari pagi ke siang, jika kau sekolah, jika tidak, kau hanya akan mengenakan pakaian kerja serabutan dari pagi, siang ke sore. Memakai pakaian trendi (semacam kaos atau kemeja bermutu KW yang hanya menang di kebersihan dan kerapian) antara pukul 4 sore ke pukul 6, lalu harus memakai pakaian mengaji (sarung, koko atau kemeja, dan peci) sejak habis Maghrib ke tengah malam. Catatan penting, hanya anak-anak yang sudah putus mengaji yang mengenakan pakaian trendi dari sore sampai malam. Continue reading “Perkara Baju Baru”

Rumah Tuhan

Karya Naz13495323_652340458263459_2982292007711034420_n.jpgar Shah Alam

Mestinya kukabarkan kepada kalian lebih panjang lagi perihal petaka ini. Tapi Bahrum, tidak mengizinkanku. Katanya sebelum pergi, kabarkan yang penting-penting saja kelak. Tidak ada yang bisa mengabarkan ini kepada saudara sekalian kecuali aku. Mustamidan dan Abdul Bayaki bahkan tidak bisa menulis dengan benar nama ayah dan ibu mereka. Benar-benar bodoh. Tapi koko dan peci yang mereka kenakan setiap waktu telah menyelamatkan mereka dari kenyataan itu.

Malam itu langit terang benderang. Setengah bulan lagi masuk Syawal. Sepulang tarawih, sembunyi-sembunyi, kami menyapir ke Continue reading “Rumah Tuhan”

Bismillah, Kupilih Engkau Untuk Menikah

Blog.jpgOleh Nazar Shah Alam

Dengan penuh kesadaran dan kelataan, sebagai pengelana tak berpulau dan perantau tak berhuma, telah kuputuskan untuk berhenti berlayar. Di hatimu, kekasih, kapal hidup kutambatkan. Di sana, dengan izin Allah, ia akan kekal berlabuhan.

Hanya setelah beberapa waktu bertemu dan melawat waktu denganmu, aku telah mengubah banyak hal dalam hidupku. Tanpa takut apa-apa, tanpa terlalu banyak menimbang kira. Sebab untuk maksud baik tidak perlu banyak menaksir terka. Betapa lucu mengingat engkau saat kusampaikan maksudku. Tak percaya dan terkejut. Bertanya berulang kali dan memintaku meyakinkan sampai hatimu pasti.

Demikianlah, engkau tak sekali pun kutawari menjadi pacar, tapi kuhendakkan untuk menikah. Aku juga tak Continue reading “Bismillah, Kupilih Engkau Untuk Menikah”

Semburat Biru

Dina Cinta.jpgUntuk menulis ini, kekasih, aku telah merenung sekian malam, melawat berbagai tempat, menghujat sejumlah waktu, melunas banyak temu. Betapa menyedihkan. Bertahun-tahun akuĀ  berkarib kata-kata, sehingga jika kuajak bertemu mereka akan datang padaku serupa gurun diamuk badai, tapi kali ini mereka jadi pengecut. Kata-kata menolak tiba padaku. Menolak berteman meski sudah kupuja rayu. Barangkali mereka luka hati sebab aku sudah memutuskan untuk lebih mencintaimu.

Percayalah, setiap hari-hari bertunas, aku duduk cemas. Continue reading “Semburat Biru”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Journey si-BaL

Go to get!

Pelangi Laut

Since November 2013, this not a personal (only) blog. But whoever who keen to share their perspective on ocean or other information about our ocean can put the guts here.

Amek Barli

Hilangkan mundur, tumbuhkan maju.

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

M. Faizi

cerita perjalanan, hidup keseharian, kesementaraan

Wak Lah

Memburu Janda Melupakan Skripsi Bab Pertama

Ernayati Zaifah

Bahwa diri pun adalah puisi

Puisi-puisi Koran Tempo

- dibuat bagi para pecinta puisi -

Rintik Hujan

Untuk Siapa Saja Yang Mencintai Ilmu

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Ferdian A. Majni

Mengeksplorasi, Menulis dan Berbagi

Muslim El Yamany

Menulis untuk Inspirasi. Berkarya Tiada Henti

Suka Tulis

Travel. Culinary. Writing.

Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh