Zu IV

Camera 360Aku duduk di sudut kamar, tepat di mana kita melunaskan pelukan terakhir tempo hari. Di tempat (katamu) dihempaskan tubuhku oleh segerombolan musuh yang membawaku pulang dalam keadaan menjadi pelupa. Dengan tubuh lemah sebab tak tidur menungguku saat itu, kau memungut badanku yang keriput dan membiru sebab berulang-ulang disetrum. Kata seseorang Baca lebih lanjut

Zu III

481209_156442537853256_1181789195_nBeberapa tentara nasional datang ke rumahku pada suatu pagi mendung. Dari awal sudah kutebak bahwa kedatangan mereka hanya sekedar meminta bantuan, bukan mengancam keselamatan. Sebagai orang kaya, aku sadar betul pujian mereka tak lebih sekedar basa-basi agar aku mengira betapa mereka menghargai kekayaanku. Dan kau tahu, Zu, betapa senang wajah bocah-bocah itu ketika aku masuk ke ruang rahasia lalu memberikan sebagian senjata yang kumiliki.  Baca lebih lanjut

Solilokuiku

Azwkarya Azwardi

Savana itu terlalu luas tuk kukanvas
Terlalu jauh tuk kutembus sasar
Hingga mataku nanar dalam hamparan semu

Savana itu terlalu tandus tuk kutembus
Terlalu gersang tuk kujerang terjang
Hingga jejakku terpacak dalam retakan pilu

Savana itu terlalu datar tuk kukejar
Terlalu hampar tuk kugelar tegar
Hingga sadarku terkapar dalam paparan waktu

Savana itu telah mamasungku
Dalam lelah mengalah
Dalam gerah memuncah
Dalam jenuh mengaduh
Dalam keluh tak berpeluh
Aduh…

*Azwardi adalah dosen Linguistik PBSI FKIP Unsyiah.

Fragmen Usia

Molly

:Kepada Molly

sambil mengutip usia yang jatuh
dari halaman rambutmu, Molly
aku membacakan gazal pertemuan yang panjang
dan kau mengulang ucap tanpa peduli pada titik
yang selalu berharap agar kita hentikan bacaan

titik lain yang kujumpai tak punya kuasa apa-apa
selain dari menciptakan lorong-lorong sunyi
seperti sebuah jalan panjang ditinggalkan hujan lebat
dan mendung masih pekat akan hujan lagi

hujan seperti doa, sadarkah engkau?
kita hanya bisa mengeja dan menaksir mendung
sembari memelihara harapan hingga matang
sematang keadaan dalam puisi-puisi yang kita bacakan

kamu tidak beranjak dari bangku taman
tempat kau nanti sehimpun kata-kata
agar bisa diubah menjadi prosa

katamu, Molly, ingin sekali kau pelihara hujan
di kamarmu agar selalu bisa kau temukan kata
sebelum usia hijrah dari detik ke masa tak terhingga.[]

NSA, 16 September 2014