Syair-Syair Pasungan

Karya Nazar Alam

Patahkan sayap-sayap camar wahai matahari. Panggang setengah matang, kirimkan dia ke ubun-ubun rerumputan. Letakkan di dahan cemara liar, biar kuutus musang menjemput kado itu untukku. Terima kasih, terima kasih

Sesaat senyap, sunyi. Hanya angin terdengar bersorak dan gesekan daun tumbuhan liar bertepuk tangan. Sekejap hujan pun turut meramaikan suasana, sungguh dingin. Kembali pekik terdengar memecah sepi, sangat jelas. Baca lebih lanjut

Na, Beginilah Takdir Kita!

NaNa, foto-foto masa lalu kita di rumahmu masihkah sering kau jenguk? Salah satu yang paling kuingat adalah ketika pesta khitan bang Wan (alm) kita meloncat ke depan kamera. Aku tertawa lebar sekali, begitu riang, sehingga nampak gigi atasku yang hitam dimakan ulat sebab terlalu banyak makan permen pemberian bapakmu. Kalau sesekali pulang, ingin sekali kuminta lihat foto itu. Tapi selalu lupa. Baca lebih lanjut