Zu VI

481209_156442537853256_1181789195_nAku telah lari dari tugas membunuhmu, Zu. Sekarang, di salah satu rumah sembunyi aku mencari tahu tentangmu agar bisa kubaawa lari bersamaku. Kau tentu tidak tahu bahwa atasanmu itu telah memintaku melakukan hal serupa denganmu, yakni kita saling bunuh. Amily sudah kuminta melaporkan pelarianku kepada utusan pembunuh bayaran jika diam-diam dia datang. Maksudku agar Amily tidak dituduh bersekongkol dalam Baca lebih lanjut

Zu V

481209_156442537853256_1181789195_nPerempuan yang ditugaskan denganku itu bernama Amily. Aku membacanya di buku nikah dusta yang disodorkan oleh tiga orang lelaki yang membawa kami ke tempat ini. Kami akan tinggal lama di kampung yang berdekatan dengan gunung ini, namanya Teuba. Apakah kami akan membunuh salah seorang warga di sini? Belum jelas. Kata lelaki berjerawat lebat, foto target eksekusi kami akan dikirim kemudian. Baca lebih lanjut

Zu IV

Camera 360Aku duduk di sudut kamar, tepat di mana kita melunaskan pelukan terakhir tempo hari. Di tempat (katamu) dihempaskan tubuhku oleh segerombolan musuh yang membawaku pulang dalam keadaan menjadi pelupa. Dengan tubuh lemah sebab tak tidur menungguku saat itu, kau memungut badanku yang keriput dan membiru sebab berulang-ulang disetrum. Kata seseorang Baca lebih lanjut

Zu III

481209_156442537853256_1181789195_nBeberapa tentara nasional datang ke rumahku pada suatu pagi mendung. Dari awal sudah kutebak bahwa kedatangan mereka hanya sekedar meminta bantuan, bukan mengancam keselamatan. Sebagai orang kaya, aku sadar betul pujian mereka tak lebih sekedar basa-basi agar aku mengira betapa mereka menghargai kekayaanku. Dan kau tahu, Zu, betapa senang wajah bocah-bocah itu ketika aku masuk ke ruang rahasia lalu memberikan sebagian senjata yang kumiliki.  Baca lebih lanjut

Solilokuiku

Azwkarya Azwardi

Savana itu terlalu luas tuk kukanvas
Terlalu jauh tuk kutembus sasar
Hingga mataku nanar dalam hamparan semu

Savana itu terlalu tandus tuk kutembus
Terlalu gersang tuk kujerang terjang
Hingga jejakku terpacak dalam retakan pilu

Savana itu terlalu datar tuk kukejar
Terlalu hampar tuk kugelar tegar
Hingga sadarku terkapar dalam paparan waktu

Savana itu telah mamasungku
Dalam lelah mengalah
Dalam gerah memuncah
Dalam jenuh mengaduh
Dalam keluh tak berpeluh
Aduh…

*Azwardi adalah dosen Linguistik PBSI FKIP Unsyiah.